Pendidikan dalam Bahasa Arab berkata Robi yang artinya pengasuh, Di Indonesia kata robi bisa kita temukan di universitas-universitas islam yakni Fakultas Tarbiyah, Tarbiyah memiliki arti sifat kepengasuhan, hal ini mengartikan bahwa pendidikan harus berdasarkan pada sifat pengasuhan
Rasulullah menerima wahyu pertama dalam surat al-alaq ayat 1-5 yang berarti bacalah, ini menjadi pegangan beliau untuk membangun peradaban dan terbukti peradaban bangsa arab bisa tumbuh di bawah kepemimpinan beliau. Saat itu bangsa arab merupakan bangsa yang lihai dalam berbahasa, seperti halnya syair sehingga mereka bisa membaca dan menulis.
Indonesia emas 2045 menjadi pr bagi kita bersama, jangan sampai ini malah menjadi pantulan bagi kita sehingga menjadi Indonesia cemas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pak Mentri menerapkan empat poin yang harus dikuatkan dalam diri peserta didik, diantaranya menguatkan akidah, kekuatan peradaban sebagai pondasi untuk melakukan perilaku (ilmu, kebudayaan, nilai-nilai utama bangsa), kekuatan ekonomi, kekuatan komunitas/perkumpulan untuk saling menguatkan.
Di era saat ini terdapat perkembangan yang membawa perubahan salah satunya pendidikan, yakni catur Tunggal, jika dulu catur tunggal terdiri dari tiga unsur yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat berbeda dengan sekarang yang bertambah menjadi empat unsur dalam catur tunggal diantaranya, keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Keadaan ini membuat kita semua harus melek terhadap informasi yang beredar di media.
Akhir-akhir ini dunia pendidikan digemparkan mengenai video seorang murid menunduk di hadapan sang guru, kejadian ini dianggap feodalisme, sebuah hal yang terlalu mengagung-agungkan guru sehingga terjadi sebuah gap atau jarak antara guru dengan murid. Fenomena ini sering diartikan sebagai bentuk kemunduran dalam dunia pendidikan. Pertanyaan ini dilontarkan saat public lecture di maskam ugm kepada Pak Menteri.
Salah satu negara maju di dunia ini adalah Jepang, pendidikan di Jepang sangat maju, apabila kita ke jepang, para siswa akan menunduk di hadapan guru, orang tua bahkan siapa saja saat ingin menyebrang dan diberi kesempatan menyeberang pun mereka menunduk kepada supir sebagai bentuk terima kasih. Ini menandakan bahwa menunduk bukan sebuah feodalisme melainkan bentuk penghormatan terhadap orang lain, bahwa ilmu yang kita miliki tidak ada apa-apanya dibanding guru-guru kita sehingga jauh dari kata sombong.
Sama seperti Bahasa jawa ataupun Bahasa daerah lainnya, banyak orang yang mengatakan bahwa Bahasa jawa adalah Bahasa feudal karena terdapat tingkatan seperti ngoko, kromo, dan inggil, ketiga Bahasa ini merupakan salah satu bentuk kemajuan peradaban khususnya mengenai bagaimana kita menghormati orang lain.
Komentar
Posting Komentar